KOEFISIEN KONTINGENSI PDF

July 27, 2020   |   by admin

kualitatif dilakukan uji keberartian koefisien korelasi dan regresi dengan Statistik t atau Kata kunci: sebaran khi-kuadrat, tabel kontingensi, koefisien korelasi. Meaning of kontingensi in the Malay dictionary with examples of use. Hubungan termasuk kategori tinggi, karena Koefisien Kontingensi (KK) lebih besar. uji: Koefisien kontingensi. Phi. Cramer’s V. * il i t 0 1(t k d b. i i.) * nilai antara 0 -1 (tak ada -berasosiasi sempurna). * tidak menunjukkan arah hubungan (pos.

Author: Brashicage Kazragul
Country: Saint Lucia
Language: English (Spanish)
Genre: Life
Published (Last): 11 February 2016
Pages: 483
PDF File Size: 9.12 Mb
ePub File Size: 8.37 Mb
ISBN: 699-4-62462-895-1
Downloads: 2117
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Shaktill

TB paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Penyakit TB paru banyak menyerang kelompok usia produktif.

Kebanyakan berasal dari kelompok sosial ekonomi rendah dan koefisirn pendidikan yang rendah Depkes. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Propinsi Sultra tahun ditemukan kasus sebanyak 2. Berdasarkan uraian di atas bahwa kasus tuberkulosis di Keofisien Poasia yang masih tinggi hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti: Pengetahuan masyarakat dalam hal ini dibuktikan bahwa sebagian besar masyarakat kurang mengetahui mengenai penyakit tuberkulosis bahwa penyakit tersebut dengan sangat mudah menular pada manusia.

Kondisi rumah di Wilayah kerja puskesmas Poasia dalam hal Kepadatan penghuni dalam satu rumah akan terjadinya penularan penyakit dari satu manusia ke manusia lain kepadatan penghuni didalam ruangan yang berlebihan akan berpengaruh pada kelembaban dalam ruangan.

Gerinda Dan Keluhan Subyektif (Hand Arm Vibration Syndrome)

Berdasarkan latar belakang dan mengingat beragamnya faktor resiko yang berhubungan dengan penyakit tuberkulosis paru, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Adakah hubungan kepadatan hunian, ventilasi rumah dan pengetahuan dengan kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia?

Untuk mengetahui gambaran hubungan kepadatan hunian, ventilasi rumah dan pengetahuan dengan kejadian p enyakit Tuberkulosis Paru d i Wilayah Kerja Puskesmas ,oefisien Kecamatan Poasia Kota Kendari. Sebagai bahan masukan dan evaluasi dalam menetapkan serta menentukan kebijakan, kesehatan dalam upaya pencegahan penularan dan penularan angka penyakit TB paru.

Untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan. Penyakit TB paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri berbentuk basil yang dikenal dengan nama Mycobacterium Tuberkulosis dan dapat menyerang semua golongan umur. Penyebaran TB paru melalui perantara ludah atau dahak penderita yang mengandung basil tuberkulosis paru Depkes RI. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai batang tahan asam BTA.

Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert koch pada tanggal 24 Maretsehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil koch. Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dalam bakteri mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan di uadara pada suhu kamar selama beberapa jam, orang dapat terinfeksi kalau droplet tersebut terhirup kedalam pernapasan.

Setelah kuman TB paru masuk kebagian tubuh lainnya melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfe, saluran nafas, atau penyebaran langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya Depkes RI. Daya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak, makin menular penderita TB paru tersebut. Bila hasil pemeriksaan dahak negatif tidak terlihat kuman maka penderita tersebut tidak kontingenai.

Kemungkinan seorang terinfeksi TB paru ditentukan oleh kontingenai droplet dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut Depkes RI.

Tautologi,Kontradiksi,Dan Kontingensi – PDF Free Download

Gejala penyakit pada penderita TB paru dapat dibagi menjadi gejala lokal di paru dan gejala pada seluruh tubuh secara umum. Gejala di paru tergantung pada banyaknya jaringan paru yang sudah rusak karena gejala penyakit TB paru ini kotningensi bagaimana bentuk kerusakan paru yang ada Depkes RI.

  DIURESIS ACUOSA Y OSMOTICA PDF

Gejala paru seseorang yang dicurigai menderita TB paru dapat berupa: Batuk lebih dari 2 minggu. Sakit di dada selama lebih dari 2 minggu. Demam selama lebih dari 3 minggu. Semua gejala tersebut diatas mungkin disebabkan penyakit lain, tetapi bila terdapat tanda-tanda yang manapun diatas, dahak perlu dilakukan pemeriksaan Crifton, Gejala tubuh penderita tuberkulosis secara umum dapat berupa: Keadaan umum, kadang-kadang keadaan penderita TB paru sangat kiefisien, berat badan menurun, tampak pucat atau tampak kemerahan.

Demam, penderita TB paru pada malam hari kemungkinan mengalami kenaikan suhu badan secara tidak teratur. Nadi, pada umumnya penderita TB paru meningkat seiring dengan demam. Dada, seringkali menunjukan tanda-tanda abnormal. Hal paling umum adalah krepitasi halus dibagian atas pada satu atau kedua paru. Adanya suara pernapasan bronkial pada bagian atas kontingrnsi paru yang menimbulkan whezing terlokalisasi disebabkan oleh tuberkulosis Crifton, Diagnosis TB paru ditegakkan berdasarkan gejala klinik, pemeriksaan jasmani radiologi dan pemeriksaan laboratorium.

Di Indonesia, pada saat ini uji tuberkulin tidak mempunyai arti dalam menentukan diagnosis TB paru pada orang dewasa, sebab sebagian besar masyarakat indonesia sudah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis karena tingginya prevalensi TB paru.

Uji tuberkulin positif hanya menunjukan bahwa orang yang bersangkutan pernah terpapar Mycobacterium tuberculosis Depkes RI, Gejala klinik TB paru dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu, gejala respiratorik dan gejala sistemik.

Meaning of “kontingensi” in the Malay dictionary

Gejala respiratorik dapat berguna. Batuk lebih atau sama dengan 2 minggu. Tipe Penderita TB paru. Tipe pendcerita ditentukan berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya.

Ada beberapa tipe penderita yaitu: Adalah penderita TB paru yang sebelumnya mendapat pengobatan tuberkulosis dan telah dinyatakan koefisine kemudian kembali lagi berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif. Adalah penderita yang sudah berobat paling kurang 1 bulan, dan berhenti 2 bulan atau lebih, kemudian datang kembali berobat. Umumnya penderita tersebut kembali dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif.

Kontingeni penderita BTA positif yang masih tetap positif atau kembali menjadi positif pada lahir bulan ke-5 satu bulan sebelum akhir pengobatan atau lebih. Adalah penderita dengan hasil pemeriksaan basil BTA positif setelah selesai pengobatan ulang kategori 2 Depkes RI, Pengobatan tuberkolosis terutama berupa pemberian obat antimikroba dalam jangka waktu lama.

Obat-obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit klinis pada seseorang yang sudah terjangkit infeksi Depkes RI, Penderita tuberkolosis dengan gejala klinis harus mendapat minimum dua obat untuk mencegah timbulnya kotningensi yang resisten terhadap obat. Baru-baru ini CDC dan American Thoracic Society ATS mengeluarkan pernyataan mengenai rekomendasi kemoterapi jangka pendek bagi penderita tuberkolosis dengan riwayat tuberkolosis paru yang tidak diobati sebelumnya.

Rekomendasi lama pengobatan 6 atau 9 bulan berkaitan dengan rejimen yang terdiri dari INH dan RIF tanpa atau dengan obat-obat lainnyakontinngensi hanya diberikan pada pasien tuberkolosis paru tanpa komplikasi. Tujuan pengobatan menurut Depkes RI menyembuhkan penderita, mencegah kematian, mencengah kekambuhan, menurunkan tingkat penularan.

Jenis Dan Dosis Obat. Bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman semi-dormant pesister yang tidak dapat dibunuh oleh isoniazid. Bersifat bakterisd, dapat membunuh kuman yang berada dalam sel dengan suasana asam. Menurut Nyoman KandumUpaya pencegahan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Temukan semua penderita tuberculosis dan berikan segera pengobatan yang tepat. Sediakan fasilitas medis yang memadai seperti laboratorium dan alat rontgen agar dapat melakukan diagnosa dini terhadap penderita, kontak dan tersangka.

Sediakan juga fasilitas pengobatan terhadap penderita dan mereka yang resiko tinggi terinfeksi, sedangkan koefisiem tempat tidur untuk mereka yang perlu mendapat perawatan. Beri penyuluhan kepada masyarakat tentang cara-cara penularan dan cara pemberantasan.

  ANTICONCEPTIVOS INYECTABLES TRIMESTRALES PDF

Mengurangi dan menghilangkan kondisi social yang mempertinggi risiko terjadinya infeksi, koefixien kepadatan hunian. Meningkatkan sanitasi lingkungan perumahan. Lima tingkatan pencegahan Fife level of prevention by level and Clark Healt Promotion Promosi Hidup Sehat.

Spesific Protection Pencegahan dan Perlindungan spesifik. Disability Limitation Meminimalkan Kecacatan atau ketidak mampuan. Rehabilitation rehabilitasi fisik dan mental. Kepadatan penghuni adalah perbandingan antara luas lantai rumah dengan jumlah anggota koeefisien dalam satu rumah tinggal Lubis, Luas minimum per orang sangat relatif, tergantung dari kualitas kontingnesi dan fasilitas yang tersedia.

Untuk kamar tidur diperlukan minimum 2 orang. Apabila ada anggota keluarga yang menjadi penderita penyakit tuberkulosis sebaiknya tidak tidur dengan anggota keluarga lainnya lubis. kontingendi

Menurut penelitian Atmosukarto dari Litbang Kesehatandidapatkan data bahwa: Rumah tangga yang penderita mempunyai kebiasaan tidur dengan balita mempunyai resiko terkena TB 2,8 kali dibanding dengan yang tidur terpisah.

Tingkat penularan TB di lingkungan keluarga penderita cukup tinggi, dimana seorang penderita rata-rata dapat menularkan kepada orang di dalam rumahnya.

Besar resiko terjadinya penularan dengan penderita lebih dari 1 orang adalah 4 kali dibanding rumah tangga dengan hanya 1 orang penderita TB. Ventilasi adalah usaha untuk memenuhi kondisi atmosfer yang menyenangkan dan moefisien manusia Lubis, Berdasarkan kejadiannya, maka ventilasi dapat dibagi ke kontiingensi dua jenis, yaitu: Ventilasi alam berdasarkan pada tiga kekuatan, yaitu: Ventilasi alam ini mengandalkan pergerakan udara bebas angintemperatur udara dan kelembabannya.

Selain melalui jendela, pintu dan lubang angin, maka ventilasi pun dapat diperoleh dari pergerakan udara sebagai hasil sifat porous dinding ruangan, atap dan lantai. Pada suatu waktu, diperlukan juga ventilasi buatan dengan menggunakan alat mekanis maupun elektrik.

Alat-alat tersebut diantarana adalah kipas angin, exhauster dan AC air conditioner. Persyaratan ventilasi yang baik adalah sebagai berikut: Udara yang masuk harus bersih, tidak dicemari asap dari sampah atau pabrik, knalpot kendaraan, debu dan lain-lain. Aliran udara ini jangan sampai terhalang oleh barang-barang besar, misalnya lemari, dinding, sekat dan lain-lain.

Secara umum, penilaian ventilasi rumah dengan cara membandingkan antara luas ventilasi dan luas lantai rumah, dengan menggunakan Role meter.

Rumah dengan luas ventilasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan membawa pengaruh bagi penghuninya. Menurut Azwar dan Notoatmodjosalah satu fungsi ventilasi adalah menjaga aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar. Disamping itu, tidak cukupnya ventilasi akan menyebabkan peningkatan kelembaban ruangan karena terjadinya proses penguapan cairan dari kulit dan penyerapan.

Kelembaban ruangan yang tinggi akan menjadi media yang baik untuk tumbuh dan berkembang biaknya bakteri-bakteri patogen termasuk kuman tuberkulosis.

Selain itu, fungsi kedua ventilasi adalah untuk membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri, terutama bakteri patogen seperti tuberkulosis, karena di situ selalu terjadi aliran udara yang terus menerus. Bakteri yang terbawa oleh udara akan selalu mengalir Notoatmodjo, Selain itu, menurut Lubisluas ventilasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan mengakibatkan terhalangnya proses pertukaran aliran udara dan sinar matahari yang masuk ke dalam rumah, akibatnya kuman tuberkulosis yang ada di dalam rumah tidak dapat keluar dan ikut terhisap bersama udara pernafasan.

Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia yakni indra penglihat, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba.